seperti musim sebelumnya;
aku begitu mencintai senja. ia begitu anggun. penuh senyum tanpa harus menutup semburatnya yang
masih menapaki langit
tapi pernah hujan coba menghapusnya dari setiap gerak yang ia tunjukkan padaku
senja tak lagi hampiriku disini selama beberapa waktu
dan harihariku pun berubah malam. aku menunggunya. dan ingin ia kembali disini untukku. mencipta langit kita yang pernah aku lukis bersama
hingga hari berubah minggu dan menjelma bulan. hingga jengah menghampiriku beberapa kali. lelah yang menginginkan aku untuk pergi. tapi aku tak mau
dan kini ia kembali. masihkah ia menjadi senja yang aku cintai seperti awal dulu? adakah ia bisa menjadi senja yang pernah aku temui dulu?
aku harap ia tetap menjadi senja yang pernah mengisi harihariku dulu
dan tahukah kau? senja itu adalah
kamu
Baca Selengkapnya..
Tampilkan postingan dengan label Kata Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Hati. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Maret 2011
memecah rindu
aku ingin memecah rindu satu
persatu
dan meletakkannya di
tiap ruasruas jalan yang pernah
kita lewati. pada tiap
persimpangan yang telah
samasama kita tahu
hanya untuk sekedar
membuatmu senang dan
berharap seseorang yang akan
mengembalikan itu untuk
ku
karena mungkin sulit untuk
mu memungutnya kembali Baca Selengkapnya..
persatu
dan meletakkannya di
tiap ruasruas jalan yang pernah
kita lewati. pada tiap
persimpangan yang telah
samasama kita tahu
hanya untuk sekedar
membuatmu senang dan
berharap seseorang yang akan
mengembalikan itu untuk
ku
karena mungkin sulit untuk
mu memungutnya kembali Baca Selengkapnya..
mencintaimu
aku pernah ragu akan satu hal. tentang senja yang saat itu memilih untuk berganti malam. tentang peluh yang perlahan membeku di matamu
aku pernah berhenti tersenyum. bersama angin yang pernah menerbangkan segala perjalananku saat itu. sendiri. hanya aku dan keresahanku
pun aku pernah lelah berdiri disini. dan kau tahu itu
jika kau ijinkan, ajari aku untuk mencintaimu. mencari harihari yang pernah lelah kau lewati. mengejar daundaun yang dulu tak ingin kau kecup. menjejak harap yang kita lukis bersama titiktitik embun
aku hanya ingin mencintaimu seperti dulu lagi
(w)anitaku Baca Selengkapnya..
aku pernah berhenti tersenyum. bersama angin yang pernah menerbangkan segala perjalananku saat itu. sendiri. hanya aku dan keresahanku
pun aku pernah lelah berdiri disini. dan kau tahu itu
jika kau ijinkan, ajari aku untuk mencintaimu. mencari harihari yang pernah lelah kau lewati. mengejar daundaun yang dulu tak ingin kau kecup. menjejak harap yang kita lukis bersama titiktitik embun
aku hanya ingin mencintaimu seperti dulu lagi
(w)anitaku Baca Selengkapnya..
ingin kubawa senja itu pulang
ingin kubawa senja itu pulang
kembali ke rumah. dan
menyimpannya di balik bantalku
agar bisa aku temui
tapi ia memilih untuk terdiam
di tepian telaga itu. entah..
sesekali ia menoleh. tapi
tak urung menghampiri. ragu.
atau mungkin ia sedang menunggu
malam untuk menjemputnya? Baca Selengkapnya..
kembali ke rumah. dan
menyimpannya di balik bantalku
agar bisa aku temui
tapi ia memilih untuk terdiam
di tepian telaga itu. entah..
sesekali ia menoleh. tapi
tak urung menghampiri. ragu.
atau mungkin ia sedang menunggu
malam untuk menjemputnya? Baca Selengkapnya..
tumpukan rindu
aku ingin memilahmilah awan yang
bergelayut manja pada langit yang memang
mungkin telah berubah menjadi muram
hanya sekedar mencari tumpukan
rindu di sebaliknya. mencatat tiaptiap
episode perjalanan yang pernah tertinggal
di sini
dan akan kukirim rindu itu bersama hujan
yang tepat jatuh
dihatimu Baca Selengkapnya..
bergelayut manja pada langit yang memang
mungkin telah berubah menjadi muram
hanya sekedar mencari tumpukan
rindu di sebaliknya. mencatat tiaptiap
episode perjalanan yang pernah tertinggal
di sini
dan akan kukirim rindu itu bersama hujan
yang tepat jatuh
dihatimu Baca Selengkapnya..
Seperti inilah yg kusebut cinta
kau pernah bercerita tentang daundaun yang berubah layu karena kita. karena lamanya waktu yang pernah aku janjikan dulu ketika kita dan semua perasaan berbaur dengan peluk di bawah senja kala itu.
pun aku pernah berkata tentang jejakjejak patah yang pernah hampir tak tersampaikan di kejenuhan malam kita dulu. yang sempat membuat awan berubah jelaga. langit berubah abu. dan semua kembali di lelahnya kecup pagi
dan kita pernah kehilangan peran kita. kau bukan kau. aku bukan aku. menjelma menjadi bukan kita. matamu tak berbicara lagi; pun aku
tapi apa itu yang ingin kita ulang lagi?
ini tentang aku. tentang kamu. tentang kita. tentang semua rasa yang pernah memerah dan tenggelam. biarkan itu hilang. biarkan kita mulai lagi langkah yang pernah kita tinggalkan
bukankah hari masih panjang?
aku hanya ingin melewati semua denganmu. tentang kemarin, biarlah itu menjadi bagian kelam kita saja. masih ada hari yang lebih baik, bukan?
"and i will never let you go.." Baca Selengkapnya..
pun aku pernah berkata tentang jejakjejak patah yang pernah hampir tak tersampaikan di kejenuhan malam kita dulu. yang sempat membuat awan berubah jelaga. langit berubah abu. dan semua kembali di lelahnya kecup pagi
dan kita pernah kehilangan peran kita. kau bukan kau. aku bukan aku. menjelma menjadi bukan kita. matamu tak berbicara lagi; pun aku
tapi apa itu yang ingin kita ulang lagi?
ini tentang aku. tentang kamu. tentang kita. tentang semua rasa yang pernah memerah dan tenggelam. biarkan itu hilang. biarkan kita mulai lagi langkah yang pernah kita tinggalkan
bukankah hari masih panjang?
aku hanya ingin melewati semua denganmu. tentang kemarin, biarlah itu menjadi bagian kelam kita saja. masih ada hari yang lebih baik, bukan?
"and i will never let you go.." Baca Selengkapnya..
Langganan:
Postingan (Atom)